Sabtu, 27 Juni 2026

Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Cirebon Hadirkan Kebersamaan Melalui Olahraga, Kearifan Lokal, Pasar Rakyat hingga Hadiah Umrah










CIREBON – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di lingkungan Polresta Cirebon berlangsung meriah dan penuh makna. Ribuan peserta dari unsur kepolisian, Bhayangkari, aparatur sipil negara, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum memadati kawasan Mapolresta Cirebon, Jalan Raden Dewi Sartika No. 1, Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (26/6/2026), untuk mengikuti rangkaian kegiatan olahraga bersama, lomba tradisional berbasis kearifan lokal, joget moshing, dan pasar rakyat.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Cirebon, Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H., serta Ketua Bhayangkari Cabang Kota Cirebon Ny. Mia Imara Utama. Hadir pula para Pejabat Utama Polresta Cirebon, para Kapolsek jajaran, perwira, personel Polri, ASN, pengurus Bhayangkari, hingga masyarakat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Cirebon.

Sejak pagi hari, suasana di Mapolresta Cirebon dipenuhi semangat kebersamaan. Personel Polri dan masyarakat tampak berbaur tanpa sekat, mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias. Momentum tersebut menjadi gambaran nyata semakin eratnya hubungan antara Polri dan masyarakat yang selama ini terus dibangun melalui berbagai kegiatan yang bersifat humanis dan partisipatif.

Kegiatan diawali dengan olahraga bersama yang diikuti secara serentak oleh seluruh peserta. Selain bertujuan menjaga kesehatan dan meningkatkan kebugaran jasmani, olahraga bersama juga menjadi simbol pentingnya membangun solidaritas, kekompakan, dan semangat kebersamaan di antara seluruh elemen masyarakat. Gelak tawa, canda, serta interaksi hangat terlihat menghiasi setiap rangkaian kegiatan, memperlihatkan kedekatan yang semakin erat antara anggota Polri dan warga.

Usai olahraga bersama, kemeriahan berlanjut melalui berbagai lomba tradisional yang mengangkat nilai-nilai kearifan lokal. Beragam permainan rakyat yang selama ini menjadi bagian dari budaya masyarakat kembali dihadirkan sebagai bentuk pelestarian warisan budaya bangsa. Tidak hanya menjadi hiburan, perlombaan tersebut juga mengandung pesan penting tentang nilai gotong royong, kerja sama, sportivitas, kebersamaan, serta semangat persatuan yang selama ini menjadi karakter masyarakat Indonesia.

Sorak sorai para peserta dan penonton semakin menambah semarak suasana. Personel Polri, Bhayangkari, hingga masyarakat saling memberikan dukungan kepada peserta lomba tanpa memandang status maupun profesi. Kehangatan tersebut menjadi bukti bahwa Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi perayaan bagi institusi Polri, tetapi juga menjadi pesta kebersamaan seluruh masyarakat.

Kemeriahan kemudian berlanjut dengan penampilan joget moshing yang menjadi hiburan penuh energi. Alunan musik yang menggema di halaman Mapolresta Cirebon berhasil mengajak seluruh peserta larut dalam suasana penuh kegembiraan. Kapolresta Cirebon bersama jajaran, Bhayangkari, dan masyarakat tampak menikmati hiburan tersebut sebagai bentuk kebersamaan yang mempererat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat.

Di sisi lain, keberadaan pasar rakyat menjadi salah satu pusat perhatian masyarakat. Berbagai stan UMKM lokal menawarkan aneka kuliner khas Cirebon, makanan tradisional, minuman, produk kerajinan tangan, hingga kebutuhan sehari-hari. Kehadiran pasar rakyat tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh berbagai produk dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi wadah promosi bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar mampu meningkatkan daya saing serta memperluas jaringan pemasaran.

Polresta Cirebon melalui kegiatan tersebut menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Dengan melibatkan pelaku UMKM dalam setiap kegiatan besar institusi, diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Cirebon.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Cirebon menyampaikan bahwa Hari Bhayangkara ke-80 merupakan momentum untuk semakin memperkuat sinergitas antara Polri dengan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban tidak dapat terwujud tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung menjadi salah satu upaya membangun kepercayaan publik sekaligus mempererat hubungan kemitraan antara Polri dan seluruh lapisan masyarakat.

Puncak kemeriahan berlangsung saat pembagian doorprize yang ditunggu-tunggu seluruh peserta. Suasana berubah menjadi haru dan penuh kebahagiaan ketika Kapolresta Cirebon bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kota Cirebon mengumumkan hadiah utama berupa paket ibadah umrah. Sorak gembira dan tepuk tangan mengiringi pengumuman nama-nama penerima hadiah yang beruntung.

Empat orang yang berhasil memperoleh hadiah umrah tersebut yakni IPDA Amir Ariful Mujid selaku Kasi TIK Polresta Cirebon, IPDA Imron, S.H. selaku Kanit Reskrim Polsek Astanajapura, Brigadir Bambang Tri Cahyono, S.H. dari Satlantas Polresta Cirebon, serta Ny. Fetty Verawati dari Bhayangkari Cabang Kota Cirebon.

Rasa syukur dan haru tampak jelas dari wajah para penerima hadiah. Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling berkesan dalam rangkaian Hari Bhayangkara ke-80, karena hadiah umrah bukan sekadar doorprize, melainkan hadiah yang memiliki nilai spiritual tinggi bagi para penerimanya.

Selain hadiah utama, Kapolresta Cirebon juga menyerahkan berbagai hadiah kepada para juara lomba tradisional sebagai bentuk apresiasi atas semangat, kreativitas, sportivitas, dan kekompakan yang telah ditunjukkan selama mengikuti perlombaan. Penyerahan hadiah berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan disambut antusias oleh seluruh peserta.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan kondusif. Antusiasme masyarakat yang begitu tinggi menjadi indikator kuat bahwa hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat di wilayah hukum Polresta Cirebon terus terjalin dengan baik.

Melalui peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini, Polresta Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan yang profesional, modern, dan terpercaya, sekaligus memperkuat pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas. Semangat kebersamaan yang terbangun melalui olahraga bersama, pelestarian budaya lokal, pemberdayaan UMKM, hingga berbagi kebahagiaan melalui hadiah umrah menjadi cerminan bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat dan mitra masyarakat dalam mewujudkan Kabupaten Cirebon yang aman, nyaman, harmonis, dan sejahtera.

Kamis, 25 Juni 2026

Polresta Cirebon Salurkan 600 Paket Sembako dalam Bhakti Sosial Hari Bhayangkara ke-80







CIREBON – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polresta Cirebon menggelar kegiatan Bhakti Sosial dengan membagikan ratusan paket sembako kepada masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di halaman Mapolresta Cirebon, Kamis (25/6/2026), menjadi wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat sekaligus upaya mempererat hubungan kemitraan antara Polri dan warga.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kota Cirebon Ny. Mia Imara Utama. Turut hadir Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H., bersama Wakil Ketua Bhayangkari Cabang Kota Cirebon Ny. Dini Eko Munarianto, para pejabat utama Polresta Cirebon, pengurus Bhayangkari, perwakilan Kapolsek jajaran, serta berbagai elemen masyarakat.

Bhakti sosial tersebut menyasar masyarakat yang membutuhkan, termasuk warga sekitar Mapolresta Cirebon, komunitas becak dan bentor, ojek pangkalan, tukang parkir, serta masyarakat di wilayah hukum Polsek jajaran Polresta Cirebon. Sebanyak 600 paket sembako disalurkan dengan rincian 160 paket untuk warga sekitar Mapolresta Cirebon, 75 paket untuk komunitas becak dan bentor, 75 paket untuk komunitas ojek pangkalan, 20 paket untuk tukang parkir, dan 270 paket lainnya didistribusikan melalui Polsek jajaran Polresta Cirebon.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung semangat pengabdian dan kepedulian kepada masyarakat. Menurutnya, Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berupaya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial.

“Momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini menjadi sarana untuk semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat. Melalui kegiatan bakti sosial, kami ingin berbagi kebahagiaan dan menunjukkan bahwa Polri selalu hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dan hubungan harmonis antara Polri dan seluruh lapisan masyarakat. Kehadiran Bhayangkari dalam kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap berbagai program kemanusiaan yang dilaksanakan Polri.

Masyarakat yang menerima bantuan menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi perhatian yang diberikan Polresta Cirebon. Selain membantu kebutuhan sehari-hari, kegiatan ini dinilai menjadi bukti nyata kedekatan Polri dengan masyarakat serta memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Melalui kegiatan bhakti sosial ini, Polresta Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sejalan dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.

Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Cirebon Gelar Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Cakrabuana






CIREBON – Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polresta Cirebon menggelar Upacara Ziarah dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cakrabuana, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (24/6/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut merupakan bagian dari Pembinaan Tradisi Polri sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Upacara dipimpin langsung oleh Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., selaku Inspektur Upacara. Hadir mendampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kota Cirebon Ny. Mia Imara Utama, Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama Polresta Cirebon, para Kapolsek jajaran, personel Polri, ASN, serta Bhayangkari.

Suasana penuh penghormatan dan refleksi tampak menyelimuti seluruh rangkaian kegiatan. Diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga di monumen TMP Cakrabuana, hingga prosesi tabur bunga di pusara para pahlawan yang telah mendahului.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama mengatakan bahwa ziarah dan tabur bunga bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan, pengabdian, dan loyalitas kepada seluruh anggota Polri.

Menurutnya, jasa para pahlawan menjadi fondasi bagi generasi penerus dalam melanjutkan perjuangan melalui pengabdian di bidang masing-masing, termasuk dalam tugas kepolisian yang mengedepankan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin meneguhkan kembali semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Para pahlawan telah memberikan teladan tentang keikhlasan berjuang tanpa pamrih. Nilai-nilai itulah yang harus terus hidup dalam setiap pelaksanaan tugas anggota Polri," ujarnya.

Ia menambahkan, tema Hari Bhayangkara ke-80, "Polri Untuk Masyarakat", menjadi pengingat bahwa seluruh tugas dan pengabdian Polri harus berorientasi pada kepentingan masyarakat. Oleh karena itu, semangat perjuangan para pahlawan harus diterjemahkan dalam bentuk pelayanan yang humanis, profesional, responsif, dan berintegritas.

Kegiatan ziarah dan tabur bunga juga menjadi sarana introspeksi bagi seluruh personel Polresta Cirebon untuk terus meningkatkan kualitas kinerja serta memperkuat komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan mengenang perjuangan para pendahulu, diharapkan tumbuh kesadaran bahwa setiap tugas yang diemban merupakan bagian dari upaya menjaga amanah bangsa.

Selain memperkuat nilai historis dan semangat kebangsaan, kegiatan tersebut menjadi simbol penghormatan Polri terhadap para pejuang yang telah mengorbankan segalanya demi tegaknya negara. Semangat patriotisme yang diwariskan para pahlawan diharapkan terus menginspirasi seluruh anggota Polri dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di era modern.

Melalui peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini, Polresta Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai institusi yang profesional, modern, dan terpercaya. Dengan meneladani nilai perjuangan para pahlawan, Polri diharapkan semakin mampu menjawab harapan masyarakat serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh khidmat, mencerminkan rasa hormat yang mendalam kepada para pahlawan sekaligus memperkuat semangat pengabdian Polri untuk masyarakat, bangsa, dan negara.

Rabu, 24 Juni 2026

Sinergi Kemanusiaan Hari Bhayangkara ke-80, Aksi Donor Darah Polresta Cirebon Kumpulkan Ratusan Kantong Darah





Polresta Cirebon menggelar aksi kemanusiaan berupa Bakti Kesehatan Donor Darah dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026. Kegiatan sosial yang menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon ini dilaksanakan di Aula Pesatgatra Mapolresta Cirebon, Selasa (23/6/2026).

​Agenda donor darah tersebut dihadiri langsung oleh Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kota Cirebon Ny. Mia Imara Utama. Aksi kemanusiaan ini juga diikuti oleh jajaran Pejabat Utama (PJU), perwira, personel, dan ASN Polresta Cirebon. 

Menunjukkan sinergi lintas sektoral yang kuat, perwakilan dari Kodim 0620 Kabupaten Cirebon, Satpol PP Kabupaten Cirebon, BPBD Kabupaten Cirebon, Purnawirawan Polri, Pengurus Cabang Bhayangkari Kota Cirebon, anggota Pramuka Saka Bhayangkara, hingga warga masyarakat sekitar turut ambil bagian mengantre untuk mendonorkan darah mereka.

​Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama menyampaikan bahwa kegiatan bakti kesehatan donor darah ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat dan nilai-nilai kemanusiaan dalam momentum menyambut Hari Bhayangkara ke-80.

"Melalui kolaborasi ini, kepolisian berharap aksi donor darah dapat menjadi sarana efektif untuk mempererat sinergi antara Polri, instansi samping, serta seluruh elemen masyarakat," katanya.

Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam membantu memenuhi ketersediaan stok darah di PMI Kabupaten Cirebon bagi pasien yang membutuhkan pertolongan medis darurat. ​Antusiasme para pendonor tergolong sangat tinggi, di mana tercatat sebanyak 136 orang mendaftarkan diri dalam aksi sosial tersebut. 

Dari hasil pemeriksaan medis tim dokkes dan PMI, sebanyak 126 orang dinyatakan memenuhi syarat untuk mendonorkan darahnya, sedangkan 10 orang lainnya terpaksa ditolak karena alasan kondisi kesehatan yang tidak memenuhi kriteria standar. 

Melalui proses donor tersebut, petugas berhasil mengumpulkan sebanyak 126 kantong darah dengan rincian 47 kantong golongan darah A, 28 kantong golongan darah B, 8 kantong golongan darah AB, dan 43 kantong untuk golongan darah O. Seluruh rangkaian kegiatan donor darah berjalan dengan sangat tertib, lancar, dan aman.


FORMASI DESAK BUPATI CIREBON SEGERA COPOT KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN LAKUKAN EVALUASI MENYELURUH


Cirebon – Forum Masyarakat Sipil untuk Keadilan dan Demokrasi (FORMASI) Cirebon mendesak Bupati Cirebon untuk segera mengambil langkah cepat, tegas, dan terukur guna menyelamatkan dunia pendidikan di Kabupaten Cirebon yang saat ini dinilai sedang menghadapi krisis kepercayaan publik akibat berbagai persoalan yang terus bermunculan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon.

Ketua Umum FORMASI Cirebon, Adv. Qorib, SH., MH., menegaskan bahwa kondisi yang terjadi saat ini tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Berbagai temuan, laporan masyarakat, hasil pemeriksaan lembaga pengawas, hingga dugaan kebocoran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang menjadi perhatian publik telah menciptakan situasi yang tidak kondusif bagi penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Cirebon.

"Sudah saatnya Bupati Cirebon mengambil langkah konkret dan berani untuk menyelamatkan dunia pendidikan. Jangan sampai persoalan yang terus berlarut-larut justru mengorbankan kepentingan peserta didik, tenaga pendidik, dan masa depan pendidikan Kabupaten Cirebon," tegas Qorib.

FORMASI menilai bahwa evaluasi kinerja secara menyeluruh terhadap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon merupakan langkah yang sangat mendesak. Evaluasi tersebut harus dilakukan secara objektif, profesional, transparan, dan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menurut FORMASI, banyaknya persoalan yang muncul dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan adanya indikasi lemahnya tata kelola, pengawasan internal, serta pengendalian terhadap berbagai program dan kegiatan yang bersumber dari anggaran pendidikan.

Oleh karena itu, FORMASI secara resmi mendesak Bupati Cirebon untuk:

1. Melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan Dana BOS dan BOSP di Kabupaten Cirebon.

2. Melakukan evaluasi total terhadap kinerja Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon.

3. Memerintahkan pemeriksaan terhadap seluruh program dan kegiatan yang menjadi temuan BPK maupun Inspektorat.

4. Mengusut dugaan kebocoran dan penyalahgunaan anggaran pendidikan secara transparan dan akuntabel.

5. Menyampaikan hasil pemeriksaan kepada masyarakat sebagai bentuk keterbukaan informasi publik.

6. Segera mencopot Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon apabila terbukti tidak mampu menjaga tata kelola pemerintahan yang baik dan tidak mampu mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan.

FORMASI juga menegaskan bahwa penyelamatan dunia pendidikan harus menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Cirebon. Pendidikan merupakan sektor strategis yang menyangkut masa depan generasi muda dan tidak boleh dikorbankan oleh dugaan praktik penyimpangan anggaran maupun buruknya tata kelola birokrasi.

Sebagai bentuk pengawasan masyarakat sipil, FORMASI berencana menyampaikan laporan dan permohonan evaluasi kepada berbagai instansi terkait, di antaranya Gubernur Jawa Barat, Inspektorat Provinsi Jawa Barat, BKD Provinsi Jawa Barat, Badan Kepegawaian Negara (BKN), serta Kementerian Pendidikan.

"Bupati Cirebon harus menunjukkan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat dan dunia pendidikan. Jangan menunggu persoalan semakin besar. Kami meminta langkah cepat dan tegas, termasuk pencopotan Kepala Dinas Pendidikan apabila memang diperlukan demi menyelamatkan pendidikan Kabupaten Cirebon," tambah Qorib.

FORMASI menegaskan akan terus mengawal seluruh proses pengawasan dan pemeriksaan yang dilakukan oleh lembaga berwenang guna memastikan tata kelola pendidikan di Kabupaten Cirebon berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan bebas dari praktik korupsi.


"SELAMATKAN DANA BOS, SELAMATKAN MASA DEPAN PENDIDIKAN KABUPATEN CIREBON."

Ketua Umum;

FORMASI Cirebon

(Forum Masyarakat Sipil untuk Keadilan dan Demokrasi)

ADV. QORIB, SH., MH.

Sabtu, 20 Juni 2026

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Cirebon Gelar Lomba Menembak Eksekutif, Perkuat Soliditas dan Profesionalisme Personel






CIREBON – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polresta Cirebon menggelar Lomba Menembak Eksekutif yang berlangsung di Lapangan Tembak Dharma Ksatria Sat Brimob Yon C Pelopor Talun, Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Desa Mountoya, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai tersebut berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Lomba menembak ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan Polresta Cirebon dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80, sekaligus sebagai ajang peningkatan kemampuan personel Polri dalam bidang menembak secara profesional, terukur, dan sesuai standar operasional prosedur.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H., Danyon C Pelopor Sat Brimob Polda Jabar Kompol Apt. Bagus Amrulloh Nuru Imamawan, S.Farm., S.I.K., Wadanyon Kompol Dudin Taptjani, S.Sos., serta para Pejabat Utama (PJU) Polresta Cirebon, personel Polresta Cirebon, dan personel Brimob Yon C Pelopor.

Kegiatan lomba menembak eksekutif ini tidak hanya menjadi sarana olahraga dan kompetisi, tetapi juga sebagai wadah mempererat sinergitas, soliditas, serta jiwa korsa antar personel Polri. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta hubungan kerja yang semakin harmonis antar satuan fungsi maupun antar satuan wilayah dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di lapangan.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kemampuan teknis personel, khususnya dalam penggunaan senjata api secara aman dan profesional.

"Lomba menembak ini merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kemampuan dasar personel Polri, terutama dalam hal konsentrasi, ketelitian, pengendalian diri, serta kedisiplinan dalam penggunaan senjata api. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat soliditas dan kebersamaan di lingkungan Polresta Cirebon," ungkapnya.

Lebih lanjut, Kapolresta Cirebon menegaskan bahwa peningkatan kemampuan personel merupakan bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang semakin kompleks di tengah dinamika masyarakat. Oleh karena itu, pembinaan kemampuan melalui kegiatan seperti lomba menembak ini akan terus didorong secara berkelanjutan.

Selain aspek peningkatan kemampuan, kegiatan ini juga menjadi sarana refreshing bagi personel di tengah padatnya tugas operasional, sehingga diharapkan dapat menjaga semangat, motivasi, serta mentalitas kerja yang tetap optimal.

Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian acara berjalan dengan tertib, lancar, dan mengedepankan faktor keselamatan. Peserta lomba mengikuti setiap tahapan dengan penuh antusias serta tetap mematuhi aturan dan standar keselamatan yang telah ditetapkan panitia.

Kegiatan Lomba Menembak Eksekutif Polresta Cirebon dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 ini diharapkan menjadi momentum untuk semakin meningkatkan profesionalisme, soliditas, serta semangat pengabdian seluruh personel Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Selasa, 16 Juni 2026

Ratusan Warga Padati Arak-Arakan Haul Ki Buyut Bandongan Syekh Marzuki di Kaliwadas







CIREBON,– Ratusan masyarakat Blok Bandongan serta desa-desa sekitar memadati jalannya acara arak-arakan dalam rangka Haul Ki Buyut Bandongan Syekh Marzuki yang digelar di Desa Kaliwadas, Kabupaten Cirebon. Acara yang menampilkan beragam kesenian budaya tradisional khas Cirebon ini berlangsung meriah, tertib, dan kondusif.

Untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas dan keamanan warga, sejumlah personel gabungan dari Koramil, Polsek setempat, serta anggota Polresta Cirebon (Sumber) diterjunkan langsung mengawal jalannya konvoi kebudayaan tersebut.

Lestarikan Tradisi Setiap Tahun

Pimpinan Umum (Pimum) JB AWDI sekaligus Panitia Pelaksana Haul, Bambang Hermanto, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kirab budaya ini merupakan agenda tahunan yang konsisten dilaksanakan demi melestarikan warisan leluhur.

"Acara arak-arakan ini menampilkan berbagai kesenian budaya tradisional Cirebon dan dilaksanakan setiap tahunnya," ujar Bambang di sela-sela kegiatan.

Puncak Acara: Pengajian dan Santunan

Lebih lanjut, Bambang memaparkan bahwa kemeriahan arak-arakan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan haul. Puncak khidmat dari peringatan Haul Ki Buyut Bandongan Syekh Marzuki ini dijadwalkan berlangsung pada esok hari.

Waktu Puncak Acara: Selasa malam Rabu

Agenda Utama: Pengajian akbar dan pemberian santunan kepada anak yatim

Melalui kegiatan keagamaan dan sosial di puncak acara nanti, pihak panitia berharap haul ini tidak hanya menjadi ajang hiburan budaya, tetapi juga membawa keberkahan serta mempererat tali kepedulian antarsesama warga Desa Kaliwadas.

Tim Liputan: Rd. Suherman, Nono Mulyono, Mugeni.


Senin, 15 Juni 2026

Satresnarkoba Polresta Cirebon Gelar Sosialisasi Keliling Bahaya Narkoba dan Miras Oplosan



Jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Cirebon gencar melaksanakan aksi preventif demi menekan angka kriminalitas dan menjaga moralitas generasi muda. Petugas menggelar kegiatan Mobile Sosialisasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika serta menyampaikan imbauan tegas untuk menghentikan konsumsi minuman keras (miras) maupun miras oplosan. 

Kegiatan yang menyasar langsung pemukiman warga ini dilaksanakan secara maraton pada Minggu (14/6/2026). Dalam kegiatan tersebut, petugas menyaambangi warga di wilayah Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, dan di Desa Setu Kulon, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan, pendekatan secara berpindah tempat ini sengaja dipilih guna memperluas jangkauan edukasi agar pesan pencegahan tersampaikan secara merata ke berbagai lapisan masyarakat, khususnya yang sedang berkumpul di ruang publik.

"Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen polri yang hadir langsung di tengah-tengah warga demi menyelamatkan masa depan bangsa. Melalui edukasi tatap muka ini, diharapkan pemahaman masyarakat, terutama bagi kalangan remaja dan generasi muda, dapat semakin meningkat mengenai dampak buruk narkoba serta zat adiktif seperti miras oplosan yang sangat fatal bagi kesehatan fisik, mental, hingga masa depan mereka," katanya.

​Selain memberikan penyuluhan mengenai bahaya kesehatan dan sanksi hukum, petugas di lapangan juga memperkuat partisipasi publik dalam aspek pengawasan lingkungan. Pihak kepolisian memberikan pemahaman kepada warga mengenai langkah cepat jika mendapati atau mencurigai adanya aktivitas peredaran narkoba maupun pesta miras di sekitar tempat tinggal mereka.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor dan dipermudah dengan cara memanfaatkan saluran telepon Call Center 110 Polresta Cirebon agar aduan tersebut dapat segera direspons oleh petugas. Seluruh rangkaian sosialisasi keliling di dua kecamatan tersebut berlangsung secara interaktif, tertib, lancar, serta kondusif," pungkasnya.

Kapolresta Cirebon Dampingi Wakapolda Jabar Silaturahmi dengan Pengasuh Ponpes Khas Kempek, Perkuat Sinergitas Polri dan Ulama






CIREBON – Upaya memperkuat sinergitas antara Polri dan kalangan ulama terus dilakukan jajaran Kepolisian Daerah Jawa Barat. Salah satunya melalui kegiatan silaturahmi yang dilaksanakan Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, S.I.K., M.Hum., M.S.M., ke Pondok Pesantren Khas Kempek Cirebon, Minggu (14/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Wakapolda Jabar didampingi langsung oleh Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Pengasuh Pondok Pesantren Khas Kempek, KH. Muh. Musthofa 'Aqiel Siroj, di kompleks pesantren yang berlokasi di Desa Pegagan Blok Kempek, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag., Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Dr. Sophi Zulfia, S.H., M.H., Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., Dir Tahti Polda Jabar AKBP Widodo, A.Md., S.E., M.M., Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., Wadir Binmas Polda Jabar AKBP Ade Hermanto, S.H., S.I.K., M.M., CPHR., Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H., Wakapolres Cirebon Kota Kompol Ari Nugroho, S.I.K., M.Si., para Pejabat Utama Polresta Cirebon serta unsur Forkopimda lainnya.

Kegiatan silaturahmi tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai sarana mempererat hubungan antara institusi Polri dengan para ulama serta pengasuh pondok pesantren yang selama ini memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan ketenteraman masyarakat.

Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar menyampaikan bahwa pondok pesantren merupakan salah satu mitra strategis Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, peran para ulama sangat besar dalam memberikan pendidikan moral, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan di lingkungan masing-masing.

"Silaturahmi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara Polri dengan para tokoh agama. Dengan terjalinnya hubungan yang baik, maka berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dapat diantisipasi dan diselesaikan secara bersama-sama," ujarnya.

Ia menambahkan, terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan semata, tetapi juga memerlukan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan pesantren yang memiliki pengaruh besar dalam membangun karakter dan kehidupan sosial masyarakat.

Sementara itu, Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama menegaskan bahwa Polresta Cirebon akan terus menjalin sinergitas dengan seluruh komponen masyarakat, khususnya para ulama dan tokoh agama. Menurutnya, komunikasi yang harmonis menjadi salah satu kunci utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap Polri.

"Hubungan baik yang selama ini terjalin antara Polri dan pondok pesantren harus terus dipelihara. Kami berharap kolaborasi ini dapat semakin memperkuat upaya bersama dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta menciptakan suasana yang sejuk dan damai di Kabupaten Cirebon," ungkapnya.

Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga dilaksanakan dalam rangka menghadiri Haflah Tasyakkur Khotmi Alfiyah Ibni Malik, Al-Qur'an Bin Nadzor, Al-Qur'an Bil Ghoib Juz Amma dan At Taysir ke-5 yang diselenggarakan Pondok Pesantren Khas Kempek Cirebon. Acara tersebut menjadi wujud rasa syukur atas capaian para santri dalam menyelesaikan pendidikan dan hafalan yang telah ditempuh.

Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan yang erat antara Polri, pemerintah daerah, dan kalangan pesantren dapat terus terjalin dengan baik. Sinergitas tersebut diyakini mampu menjadi pondasi kuat dalam menjaga stabilitas keamanan, memperkuat persatuan, serta mendukung pembangunan masyarakat yang harmonis dan religius di Kabupaten Cirebon.

Selama rangkaian kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran Wakapolda Jabar bersama Kapolresta Cirebon dan unsur Forkopimda mendapat sambutan positif dari para pengasuh, santri, serta masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Sabtu, 13 Juni 2026

Jadi Pilot Project Pertama, Polresta Cirebon Sosialisasikan Kampung Tangguh Narkoba di Trusmi Kulon





Polresta Cirebon, melalui Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba)  menggelar kegiatan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba di Desa Trusmi Kulon, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, pada Selasa (9/6/2026) malam. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menggalakkan program Kampung Tangguh Narkoba di wilayah hukum Polresta Cirebon.

​Kegiatan yang berlangsung di salah satu ketua RT tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Polresta Cirebon, Kompol Heri Nurcahyo, S.H., M.H. Kehadiran jajaran Satresnarkoba disambut hangat oleh Kuwu (Kepala Desa) Trusmi Kulon, Abdul Tholib, serta dihadiri oleh Bhabinkamtibmas Bripka Soetani, Babinsa Sertu Fernando, perangkat desa, dan elemen masyarakat setempat.

​Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Narkoba Kompol Heri Nurcahyo, mengungkapkan bahwa Desa Trusmi Kulon dipilih sebagai pilot project (proyek percontohan) pertama di Kabupaten Cirebon. Pemilihan ini didasarkan pada hasil pemetaan berkala yang menunjukkan bahwa desa tersebut memiliki tingkat kerawanan peredaran narkoba yang rendah.

​"Tujuan utama dari sosialisasi Kampung Tangguh  Narkoba ini adalah untuk mencegah dan memutus mata rantai penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba. Kami ingin menciptakan lingkungan desa yang bersih, aman, dan sehat bagi generasi masa depan," ujar Kompol Heri Nurcahyo.

​Melalui pembentukan satgas-satgas pencegahan yang melibatkan sinergitas  Polri, TNI dan pemangku kepentingan desa, program terintegrasi ini terbukti memberikan dampak positif yang nyata bagi penguatan keamanan di tingkat desa. Pihak kepolisian memberikan beberapa materi krusial kepada warga terkait ​Poin Utama Edukasi ​Dalam sosialisasi yang dikemas interaktif tersebut.

Diantaranya, Warga diberikan edukasi mendalam agar lebih mengenal jenis-jenis narkoba serta dampak negatif penyalahgunaannya, baik dari sisi kesehatan, ekonomi, sosial, budaya , maupun masa depan generasi muda, hingga Penjelasan mengenai risiko dan sanksi hukum yang tegas bagi siapa saja yang terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba.

Selain itu, sosialisasi tersebut membuka Membuka ruang tanya jawab langsung bagi warga untuk berkonsultasi mengenai penanganan jika ada indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan keluarga atau tetangga, dan Edukasi mengenai tata cara pelaporan cepat dan aman melalui Call Center 110 Polresta Cirebon, sehingga masyarakat dapat berpartisipasi aktif memberikan informasi jika menemui aktivitas mencurigakan.

"​Rangkaian acara sosialisasi ini berjalan dengan interaktif, aman, dan kondusif dari awal hingga selesai. Ke depan, Polresta Cirebon berencana mereplikasi program Kampung Tangguh Narkoba ini ke desa-desa lain guna mempersempit ruang gerak peredaran narkoba di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon," pungkasnya.

Rabu, 03 Juni 2026

Sembunyi di Bale Dekat Rumah, Buron Kasus Curat Sepeda Motor Diringkus Polresta Cirebon





Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Cirebon berhasil menangkap seorang pria berinisial D (46) yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus pencurian dengan pemberatan (curat). Penangkapan itu merupakan bagian dari kesuksesan jajaran kepolisian dalam pelaksanaan Operasi Jaran Lodaya 2026.

​Tersangka D diringkus petugas saat tengah berada di sebuah jondol atau bale-bale bambu di dekat kediamannya di wilayah Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, pada Senin (1/6/2026). Penangkapan dipimpin langsung oleh Kanit Tekab Satreskrim Polresta Cirebon, Ipda Roni Cainudin, S.H.

​Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa penangkapan tersangka D merupakan hasil pengembangan dari dua pelaku lain yang telah lebih dulu ditangkap dan diproses hukum, yakni K (44) dan WP (33). Ketiganya terlibat dalam aksi pencurian sepeda motor dan telepon genggam di halaman rumah warga di Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, pada 27 September 2024.

​"Setelah melakukan serangkaian penyelidikan mendalam untuk melacak keberadaan DPO yang melarikan diri ini, tim kami di lapangan mendeteksi keberadaan tersangka D di wilayah Suranenggala dan segera melakukan penangkapan tanpa perlawanan," ujar Kombes Pol Imara Utama, Selasa (2/6/2026).

​Aksi kejahatan kelompok tersebut terjadi pada dini hari sekitar pukul 04.30 WIB. Korban yang saat itu tengah tertidur di teras depan rumah, terkejut saat terbangun karena sepeda motor Honda Beat yang diparkir di halaman rumah beserta telepon genggam miliknya yang diletakkan di samping tempat tidur telah raib. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian total mencapai Rp12.000.000,-.

​Dari rangkaian pengungkapan kasus ini, pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, sepeda motor yang disita dari seorang saksi/penadah berinisial W, 3 handphone yang disita dari ketiga pelaku, dan lainnya.

Saat ini, tersangka D telah dibawa ke Mapolresta Cirebon untuk menjalani pemeriksaan intensif. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 477 KUHPidana tentang Pencurian dengan Pemberatan. Satreskrim Polresta Cirebon kini sedang melengkapi administrasi penyidikan dan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) guna proses hukum lebih lanjut.