CIREBON, JENDELA BANGSA - AWDI — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan sebanyak 3.395 jembatan yang dibangun oleh kolaborasi TNI-Polri serta 3.000 titik sumber air bersih milik TNI Angkatan Darat (AD) pada Kamis (13/8/2026). Peresmian secara maraton tersebut dipusatkan di Istana Merdeka, Jakarta.
Dalam acara tersebut, Presiden didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Peresmian ini juga diikuti secara virtual oleh para pimpinan institusi dari lokasi terpisah. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengikuti jalannya acara dari Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengikuti rangkaian peresmian dari Kabupaten Lebak, Banten.
Bagi Presiden Prabowo, pembangunan infrastruktur ini bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan bentuk nyata pengabdian dan kehadiran TNI-Polri yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Dampak Luas Pembangunan TNI AD dan Polri
TNI AD melaporkan telah mengerjakan pembangunan di 3.008 titik jembatan, dengan rincian:
2.500 jembatan telah selesai terbangun. 508 jembatan masih dalam proses penyelesaian, termasuk 798 titik di wilayah terdampak bencana.
Pembangunan ini memberikan dampak signifikan terhadap aksesibilitas warga. Tercatat, 9.008 sekolah kini semakin mudah diakses, 7.807 desa saling terhubung, serta akses menuju 4.502 fasilitas ekonomi semakin terbuka. Diperkirakan sekitar 4,5 juta jiwa telah merasakan manfaat langsung dari program ini.
Di sisi lain, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) turut membangun dan merivitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi yang tersebar di 30 Polda. Dari jumlah tersebut:
874 jembatan telah rampung dikerjakan. Total panjang jembatan mencapai 19,2 kilometer. Infrastruktur ini berhasil menghubungkan 1.314 desa dan memberi manfaat bagi kurang lebih 2 juta warga. TNI-Polri Lahir dari Rakyat
Dalam amanatnya, Presiden menegaskan bahwa TNI dan Polri merupakan bagian tak terpisahkan dari masyarakat.
"TNI adalah tentara rakyat dan Polri adalah polisi rakyat—lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, memberikan yang terbaik untuk rakyat, dan pada akhirnya kembali kepada rakyat," tegas Presiden.
Presiden menambahkan bahwa hakikat pengabdian tidak hanya sebatas menjaga dan melindungi keamanan negara, tetapi juga hadir secara nyata, bekerja keras, serta membuka jalan bagi taraf kehidupan masyarakat yang lebih baik.
(ENJEN.S / Jendela Bangsa)



















































