CIREBON, jendelabangsa-awdi.com,- Situs religi dan cagar budaya Makam (Maqom) Ki Buyut Tuan Rante, atau yang dikenal sebagai Syekh Akhmad / Ki Wira Yudha, kembali menjadi sorotan masyarakat. Situs bersejarah yang terletak di Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon ini diketahui telah berdiri sejak tahun 1430 Masehi dan memegang peranan penting dalam rekam jejak sejarah Islam di wilayah Cirebon.
Menanggapi berbagai asumsi yang beredar di masyarakat mengenai status situs tersebut, juru kunci (kuncen) Makam Ki Buyut Tuan Rante, Ki Mugeni, memberikan klarifikasi tegas. Berdasarkan penuturan turun-temurun dari para sesepuh terdahulu, ia menegaskan bahwa situs tersebut bukanlah sekadar petilasan (tempat singgah).
"Menurut para sesepuh zaman dahulu, Maqom Ki Buyut Tuan Rante ini adalah makam asli dari Ki Wira Yudha atau Syekh Akhmad, bukan petilasan," ujar Ki Mugeni saat memberikan keterangan di area situs.
Pelestarian sebagai Cagar Budaya
Mengingat nilai sejarahnya yang sangat tinggi mencapai hampir enam abad, Ki Mugeni berharap ada perhatian lebih serius dari seluruh lapisan masyarakat dan pihak terkait. Ia menekankan bahwa kompleks makam (maqbaroh) ini merupakan warisan leluhur yang wajib dijaga keasliannya.
Sebagai bagian dari kekayaan sejarah Kabupaten Cirebon, kelestarian situs ini tidak hanya penting untuk wisata religi, tetapi juga sebagai edukasi bagi generasi mendatang mengenai asal-usul dan perjuangan para tokoh besar di masa lalu.
"Situs maqbaroh ini harus terus dijaga, dirawat, dan dilestarikan. Ini adalah cagar budaya yang harus kita pertahankan bersama-sama agar tidak tergerus oleh zaman," pungkas Ki Mugeni.
Dengan penegasan ini, diharapkan kesadaran masyarakat serta sinergi pemerintah daerah dalam menjaga situs-situs cagar budaya di Kabupaten Cirebon, khususnya di Kelurahan Kenanga, dapat semakin ditingkatkan.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar