Selasa, 07 Juli 2026

Ketidakjelasan Pengelolaan Dana, Investor Blokade Pintu Utama Baraja Coffee Amphitheater





CIREBON. jendelabangsa-awdi.com,- Kekecewaan mendalam tengah menyelimuti para investor Baraja Coffee Amphitheater yang berlokasi di Jl. Tuparev No. 60, Kedungjaya, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon. Dipicu oleh ketidakpuasan terhadap manajemen dan transparansi pengelolaan keuangan, sejumlah investor nekat melakukan aksi blokade di pintu masuk utama cafe tersebut.

Aksi ini merupakan puncak dari kekesalan para investor terhadap Chief Executive Officer (CEO) Baraja Coffee Amphitheater. Menurut perwakilan investor, pada awal kerja sama, pihak manajemen menjanjikan pembagian keuntungan (deviden) yang menggiurkan untuk menarik minat investasi. Namun, seiring berjalannya waktu, janji manis tersebut dinilai tidak terealisasi dan status dana investasi yang ditanamkan menjadi tidak jelas.

Kondisi ini diperparah dengan sulitnya membangun komunikasi dengan sang CEO. Upaya para investor untuk meminta klarifikasi secara baik-baik kerap menemui jalan buntu karena pihak manajemen dinilai menutup diri dan sulit dihubungi.

"Uang para investor dikemanakan? Kami butuh kejelasan, bukan janji-janji awal saja," ujar salah satu pihak investor yang enggan disebutkan namanya.

Sebagai bentuk protes nyata atas mandeknya komunikasi, para investor akhirnya mengambil langkah tegas dengan memblokir akses masuk utama Baraja Coffee Amphitheater. Langkah ini diambil guna menarik perhatian manajemen agar segera memberikan pertanggungjawaban yang transparan.

Para investor menegaskan, aksi blokade ini barulah langkah awal. Jika dalam waktu dekat tidak ada iktikad baik atau kejelasan tertulis dari sang CEO mengenai nasib dana mereka, para investor siap membawa kasus dugaan kegagalan pengelolaan dana ini ke jalur hukum.

Hingga berita ini diturunkan, pihak CEO maupun manajemen Baraja Coffee Amphitheater belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan dan aksi blokade yang dilakukan oleh para investornya.


Tidak ada komentar: